MOTIVASI BEASISWA

dari kisah2 yang akan dibahas semoga bisa memberikan inspirasi dan motivasi untuk teman2 semua, jangan lupa NOVEMBER VISIONER!!! :) :) :)

Motivasi Beasiswa 1
St. Antikira Novichaka
Universiti Teknologi PETRONAS (UTP),
Tronoh, Perak, Malaysia
novichaka.antikira@gmail.com
http:antikiranovichaka.blogspot.com

Antikira Novichaka: “Teruslah Berusaha & akan Kau lihat Pintu-Pintu Kesempatan Terbuka untukmu!”


Terkadang menulis itu perlu pemikiran besar untuk dituangkan. Terkadang menggambar itu perlu imajinasi tinggi untuk dilukiskan. Terkadang berbicara itu perlu cukup keberanian untuk diucapkan. Terkadang belajar itu membutuhkan sebuah niat kuat untuk dilakukan. Dan terkadang berusaha itu perlu kesungguhan untuk diwujudkan. Semua itu tidaklah menjadi hambatan yang bisa menghalangi kita mewujudkannya melainkan menjadi sebuah tantangan yang sudah sepatutnya harus kita hadapi dan jalani hingga menuju sebuah pintu kesuksesan.
Ya, terkadang apa yang kita impikan tidak selalu terwujud langsung di langkah pertama. Kita perlu melakukan langkah kedua, ketiga, keempat, bahkan hingga keseratus demi memperolah impian itu. Kita perlu jatuh bangun berulang-ulang demi mencapai hasil yang maksimal. Hal seperti ini bisa dialami oleh siapa saja tanpa pandang bulu. Dan saya pun tidak terlepas dari itu.
Sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi dokter dan tekad itu tetap kokoh sampai saya menginjak bangku sekolah menengah. Bahkan sampai detik-detik terakhir menjelang pengumpulan formulir pendaftaran ujian SPMB, saya tetap ingin menuliskan fakultas kedokteran sebagai pilihan. Namun mimpi itu harus kandas karena realita yang ada. Mengapa? Sebab sampai try out SPMB terakhir yang saya ikuti, hasilnya menunjukkan ketidakmampuan saya untuk menembus passing grade jurusan itu.
Akhirnya pilihan ditetapkan. Saya memilih dua jurusan yang sesuai dengan kemampuan yang ada. Satu pilihan untuk universitas di ibukota Jakarta karena memang saya sangat ingin merasakan hidup mandiri yangnotabene-nya jauh dari keluarga, dan pilihan kedua adalah universitas di kota kelahiran saya Bandar Lampung. Saya sangat berharap agar dapat diterima di pilihan pertama. Walaupun saya tidak dapat mewujudkan cita-cita menjadi dokter, paling tidak saya dapat diterima di universitas yang saya cita-citakan. Karenanya, saya berdoa dan berusaha keras saat ujian agar berhasil memperolehnya, akan tetapi Alloh punya rencana lain. Saya diterima di pilihan kedua.
Namun demikian, usaha saya tidak berhenti di situ. Saya masih penasaran untuk bisa kuliah di Jakarta dan memutuskan untuk ikut SPMB lagi tahun berikutnya. Mencoba lagi ujian masuk universitas bukanlah hal yang mudah dan merupakan tantangan bagi saya. Itu dikarenakan saya harus menyeimbangkan waktu untuk belajar materi ujian SPMB dan kuliah yang tengah saya jalani. Jika Senin-Jumat saya disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, maka Sabtu dan Minggu saya akan berkutat dengan rumus-rumus dan buku pelajaran SMA. Kesabaran saya sangat diuji ketika dihadapi dengan berbagai problema yang mengharuskan saya membuat prioritas antara kuliah dan belajar untuk SPMB. Sebagai contoh saya harus memilih antara mengikuti ujian try out SPMB dan menghadiri kuliah umum dari universitas pada waktu yang bersamaan. Selama satu tahun saya harus menjalani kehidupan seperti itu.
Kesabaran ekstra sangat diperlukan agar saya tidak down demi menggapai apa yang saya harapkan. Memang hanya orang yang sabar untuk bertahan saja yang akhirnya akan berhasil sukses mewujudkan cita-citanya. Bukankah hal ini telah ditanamkan oleh kita bahkan saat kita masi di dalam kandungan. Sebelum janin terwujud, beribu-ribu sel sperma berkompetisi demi menembus satu sel telur. Hanya sel yang paling kuat untuk bertahan dan gigih mencobalah yang akhirnya keluar jadi pemenang sehingga terbentuklah janin. Konsep dasar ini perlu betul-betul tertanam di otak kita agar sekali gagal kita akan terus mencoba demi meraih seribu kesuksesan.
Janganlah pernah bersedih kalau kau tak berhasil hari ini, itu bukan berarti kau gagal untuk selamanya, melainkan kau menyimpan kesuksesan di hari depan. Itu semua akan terwujud kalau kita tetap mencoba bukannya duduk berpangku tangan menyesali kegagalan. Bukankah Alloh telah menyuruh kita agar tidak pantang menyerah seperti yang terkandung dalam ayat berikut :
“Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran:146)
Setelah berusaha keras selama kurang lebih satu tahun, Alhamdulillah kerja keras saya membuahkan hasil. Pada ujian SPMB di kali kedua tahun 2008 saya berhasil diterima sesuai dengan harapan yaitu di universitas terkemuka di Jakarta. Segera saya memberitahukan kabar gembira ini kepada keluarga dan kerabat. Dengan doa restu mereka saya pergi merantau ke Pulau Jawa, ke daerah ibukota yang terkenal kejam. Kejam dalam konteks persaingan hidup. Hanya orang-orang dengan semangat tinggi dan usaha yang kuat yang dapat bertahan dan sukses di daerah ini.
Apakah perjuangan saya selesai begitu masuk universitas idaman itu? Tidak, justru sebaliknya. Saya harus berjuang lebih keras lagi. Itu semua demi mendapatkan beasiswa. Ibu saya hanya pegawai negeri biasa dengan gaji yang tidak begitu besar jumlahnya. Jumlahnya tidak berbanding lurus dengan biaya kebutuhan hidup beliau, saya, dan kedua adik saya. Sementara jika harus meminta keringanan biaya dari kampus, diharuskan melampirkan surat keterangan miskin. Dan menurut pihak kelurahan, keluarga saya masih tergolong mampu. Sampai akhir penentuan biaya perkuliahan pun saya tetap dianggap golongan mampu dan harus membayar dengan harga yang terbilang tinggi.
Semangat saya tidak redup, akan tetapi semakin menyala. Diri saya bergelora untuk mencari beasiswa ataupun pekerjaan sampingan. Setiap hari saya berusaha mendapatkan informasi tentang hal itu. Pantang menyerah sangat diperlukan untuk meraih apa yang kita harapkan. Semangat !
Benar, faktor lain dibalik sebuah kesuksesan adalah semangat yang membara. Jangan pernah padamkan semangat itu. Biarkanlah semangat itu berkobar-kobar dalam diri kita bahkan setelah kesuksesan dicapai. Semangat masih diperlukan setelah itu untuk menjaga dan mempertahankan apa yang telah kita peroleh. Kalau api semangat itu redup, tambahkan lagi minyak pemicu yang bisa membuatnya menyala kembali bahkan lebih besar. Bukankah ada pepatah yang mengatakan kalau mempertahankan suatu kesuksesan itu lebih sulit daripada meraihnya.
“setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dngan kemiskinan dan menyuruh
kamu berbuat kejahatan, sedang Allah menjadikan untukmu ampunan
daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha
Mengetahui.” (Al-Baqarah:268)
Lalu pada suatu hari teman saya yang dulunya sempat satu kampus di Lampung menawarkan program beasiswa yang tengah ia ikuti. Saya tertarik untuk mencoba. Setelah bertanya, ternyata beasiswa ini bukan berupa pemberian biaya perkuliahan kampus saya sekarang. Ini merupakan program pendidikan yang ditawarkan oleh salah satu perusahaan terkenal di Malaysia yaitu PETRONAS. Mengharuskan penerimanya melakukan pendidikan di universitas yang telah disediakan di Malaysia, Universiti Teknologi PETRONAS (UTP). Saya bimbang apakah harus mencobanya atau tidak. Jika diterima, otomatis akan pindah kampus lagi, terlebih ke luar negeri. Itu artinya saya harus mengulang kembali perkuliahan karena jurusan yang ditawarkan berbeda dengan jurusan sekarang. Begitu banyak pertimbangan dilakukan. Hingga sampai pada kesimpulan bahwa saya akan mencobanya. Kelengkapan dokumen untuk seleksi tahap pertama pun disiapkan dan dikirim. Tidak banyak berharap untuk dapat lolos seleksi. Saya beranggapan ini sebagai iseng-iseng berhadiah. Walaupun tidak lulus, toh saya sudah kuliah di sebuah perguruan tinggi.
Waktu demi waktu pun berlalu. Saya terkejut ketika mendapat telepon dari pihak PETRONAS yang menyatakan bahwa saya berhasil melalui seleksi dokumen. Saya diminta untuk datang interview sebagai tahap selanjutnya. Pada walk interview pun saya masih tidak terlalu berharap untuk mendapatkannya. Bahkan sampai tahap terakhir tes kesehatan pun. Dan pada akhirnya saya benar-benar memperoleh beasiswa itu.
Setelah menerima berita gembira itu saya kembali bingung. Apakah saya harus menolaknya atau menerimanya yang berarti mengundurkan diri dari kampus tempat saya belajar sekarang. Yang lebih membingungkan lagi adalah saya tidak memberitahukan ibu saya akan perihal ini. Posisi sulit pun dihadapi karena ketersedian waktu yang terbatas untuk
menjawab penawaran beasiswa itu. Saya memohon kepada Alloh agar diberikan petunjuk. Juga bertanya-tanya kepada keluarga dan kerabat dekat untuk memberikan saran terbaik. Lalu apa jawabannya? Pada akhirnya saya memutuskan untuk melepas UI, kampus saya itu. Itu artinya, saya menerima tawaran beasiswa PETRONAS untuk berangkat ke Malaysia melanjutkan studi di sana. Anugerah besar yang sangat sayang untuk ditolak karena program pendidikan yang
diberikan adalah full scholarship. Saya tidak perlu repot mengurus visa, memikirkan biaya tiket pesawat, ataupun akomodasi selama kuliah di Malaysia. Hal yang perlu saya lakukan adalah pembuatan paspor dan perlengkapan yang hendak dibawa.
Sesampainya di Malaysia, lagi-lagi saya harus melanjutkan perjuangan. Berjuang untuk mempertahankan beasiswa agar tidak dicabut, berjuang beradaptasi dengan lingkungan baru. Belum lagi berjuang menggunakan Bahasa Inggris yang tidak pernah saya gunakan sekali pun dalam kehidupan sehari-hari sebelumnya di Indonesia. Ya, walaupun di Malaysia, kampus saya ini adalah kampus internasional dimana pelajarnya berasal dari berbagai negara yang ada. Dan yang paling berat adalah berjuang melawan rasa rindu ingin bertemu sanak saudara di tanah air tercinta, juga makanan khas Indonesia.
UTP tidak terletak di pusat kota melainkan nun jauh di pedesaan yang sekitarnya adalah hutan kelapa sawit. Sangat jauh dari pusat keramaian, seperti mall, bioskop, dll. Bahkan pemukiman penduduk terdekat dari kampus pun harus ditempuh dengan mobil sewaan atau taksi bagi yang tidak mempunyai kendaraan pribadi. Awal kedatangan ke UTP
adalah masa-masa paling sulit karena suasana sekitar benar-benar sepi. Tidak seperti sekarang yang sudah berubah walaupun belum benar-benar bisa dibilang ramai. Untuk masalah makanan, yang dijual di sekitar kampus pun berbeda
dengan masakan Indonesia yang kaya akan cita rasa. Terkadang jenuh menghampiri karena bosan akan rasa makanan yang banyak mengandung kari, berminyak, bahkan tidak jarang tidak ada rasanya alias hambar. Namun demikian, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan. Sesungguhnya ada banyak cara untuk mengatasinya. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas agar dapat memunculkan solusi-solusi dari problema yang ada.
Kreativitas adalah faktor lain menuju sukses yang perlu kita ketahui. Dunia kini semakin berkembang. Dahulu hanya dipenuhi dengan keterbatasan teknologi, tetapi sekarang teknologi sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi dikarenakan selalu berkembang setiap detiknya. Sebagai contoh, dulu kita tidak pernah menyangka kalau kulit pisang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tepung ataupun bahan bakar alternatif pengganti minyak dari ekstraksi buah jarak seperti yang berhasil ditemukan oleh para peneliti sekarang ini. Itu merupakan bukti nyata dari eksistensi sebuah kreativitas. Kreativitas bisa memicu kita menemukan hal-hal baru dan terkadang bisa dibilang
ajaib, tidak pernah disangka-sangka. Hanya orang yang memiliki kreativitaslah yang bisa berkembang dan bertahan di masa depan nanti karena dia akan terus berkembang dengan sejuta ide-ide menakjubkan. Jangan pernah sekali pun mematikan kreativitas pada diri kita karena hanya akan berujung pada kedinamisan pikiran sehingga membuat pandangan kita tidak meluas dan terbatas akan beberapa aspek saja.
Awalilah dengan mimpi demi memicu munculnya sebuah kreativitas. Sebagaimana tercermin dalam firman Alloh Swt. :
“dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan
untuk keberangkatan itu.”(at-Taubah:46)
Saya tidak pernah bermimpi sebelumnya untuk bisa ke luar negeri melanjutkan studi bahkan sampai mendapatkan beasiswa. Benar-benar suatu nikmat dari Alloh yang patut disyukuri. Terkadang terbit senyum ketika memikirkan semua ini. Betapa tidak, kalau tidak bermimpi saja bisa dapat rezeki sebesar ini apalagi kalau benar-benar bermimpi untuk sukses yang artinya akan diwujudkan dalam sebuah perjuangan. Ya, perjuangan saya akan masih terus berlanjut dan tidak akan pernah berhenti sampai akhir hayat nanti. Seperti yang telah saya ceritakan bahwa begitu banyak usaha yang saya lakukan demi meraih cita-cita. Tidak jarang jatuh bangun harus saya alami untuk memperoleh kesuksesan hidup baik dunia dan akhirat. Dengan demikian untuk meraih kesuksesan diperlukan sikap pantang penyerah, semangat yang membara dan gigih berusaha, serta kreativitas untuk memunculkan sebuah inovasi hal baru yang lain dari sebelumnya.
Teruslah berjuang demi mencapai cita-cita yang diinginkan dan tetaplah terus berjuang demi mempertahankan hasil yang telah diraih itu. Terkadang apa yang kau tulis tak sesuai dengan apa yang kau pikirkan. Terkadang apa yang kau gambarkan tak sesuai dengan apa yang kau imajinasikan. Terkadang apa yang kau bicarakan tak sesuai dengan apa yang kau rancangkan. Terkadang apa yang kau pelajari tidak sesuai dengan apa yang kau kehendakkan. Dan terkadang hasil yang kau capai sebagai buah usaha dari apa yang kau kerjakan tak sesuai dengan apa yang kau rencanakan. Semua itu tidak bisa menjadi alasan untuk dipersalahkan dan membuat kita terperosok dalam keputusasan melainkan menjadi sebuah acuan dan pedoman untuk melangkah lebih jauh ke depan hingga berhasil keluar dari pintu kegagalan.
-Anti-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco